BALAGHAH

Balaghah dan bayan dalam bahasa Arab memiliki makna yang merujuk pada retorika atau kejelasan dan keindahan bahasa. Namun, jika kedua istilah tersebut ditambahi awalan ilm atau ilmu maka keduanya berarti retorika, yakni ilmu tata cara berbicara yang bagus.

Balaghah sendiri merupakan inti dan puncak dalam kajian sastra dan menjadi ciri khas yang membedakan sastra dari disiplin ilmu yang lain, tidak ada adab (sastra) tanpa balaghah. Terdapat banyak ungkapan maupun aforime dalam berbagai perpustakaan adab yang menyebutkan definisi balaghah.

Hubungan balaghah dengan Alquran sendiri sangatlah erat. Dalam tradisi Islam, Alquran merupakan salah satu sumber dari keindahan atau ke-balaghah-an bagi para penyair maupun para penulis prosa. Orang-orang Arab mengakui Alquran sebagai puncak balaghah dan menjadi model, rujukan utama bagi penciptaan syair, pidato, dan seni membuat surat atau leksikografi.

Alquran juga sebagai buku maupun pedoman utama bagai anak-anak sekolah yang hendak belajar tata bahasa Arab. Anak-anak tersebut menghapalkan Alquran sejak usia dini, kemudian mereka melanjutkan dengan menghapalkan buku-buku yang membahas ritual dalam Islam ketika mereka menginjak usia remaja. Alquran merupakan teks klasik yang mereka hapal dan mereka baca setiap hari. Sehingga bagi para siswa membaca Alquran merupakan rutinitas harian.

Kedudukan Alquran begitu penting dan berpengaruh besar terhadap pola hidup, pola pikir, dan pola tutur umat Islam. Seluruh umat Islam merasa bahwa Alquran merupakan sebuah kitab suci yang keindahan bahasanya tak tertandingi oleh penyair manapun. Sebab, Alquran berisi bahasa Allah yang keindahan dan kepuitisannya tidak bisa ditiru oleh penyair yang paling hebat seperti Kahlil Gibran sekalipun.

Meskipun Alquran tidak bisa disamai keindahan bahasanya, hal itu tidak menghalangi penyair-penyair Muslim untuk berusaha menyamainya seperti yang dilakukan oleh seorang penyair bernama Al-Mutanabbi maupun Al-Ma'arri. Mereka tidak hanya berusaha menirunya, tetapi juga menggunakan Alquran sebagai model utama dalam penciptaan karya-karya mereka.

Kata-kata dan berbagai gagasan dalam Alquran sudah mendarah daging dalam jiwa mereka. Sehingga dalam berbagai bentuk ungkapan lisan maupun tulisan, dalam khutbah, percakapan, dan tradisi surat-menyurat, atau dalam karya-karya prosa maupun puisi, Alquran digunakan sebagai contoh dan model utama yang mewarnai ekspresi pemikiran dan perasaan mereka.

Keindahan dan keagungan bahasa Alquran yang efisien sangat dihargai oleh umat Islam. Sehingga ketika mereka hendak mengungkapkan ekspresi dalam bentuk apa pun mereka selalu melihat dan memadukannya dengan bahasa Alquran. Karena itulah keindahan dan kefasihan berbahasa selalu dikaitkan dengan keagungan dan keutamaan Alquran.

0 komentar: